Senin, 16 Desember 2019

Marilah kepada-Ku. [Matius 11:28]


Teriakan agama Kristen adalah kata yang lembut, "Marilah." Hukum Yahudi dengan keras berkata, "Pergilah, perhatikan langkah-langkahmu pada jalan sempit yang harus engkau jalani. Langgar perintah itu, maka engkau akan binasa; patuhi, dan engkau akan hidup." Hukum tersebut adalah sistem yang menakutkan, yang menyetir manusia seperti menggunakan cambuk; injil memikat dengan pita-pita kasih. Yesus adalah Gembala yang baik yang berjalan di depan domba-domba-Nya, yang meminta mereka mengikuti-Nya, dan selalu memimpin mereka maju dengan kata yang manis ini, "Marilah." Hukum mengusir, injil memikat. Hukum memperlihatkan jarak yang terdapat di antara Allah dan manusia; injil menjembatani jurang yang mengerikan itu, dan membawa pendosa menyebranginya.

Sejak saat pertama kehidupan rohanimu hingga engkau diantar kepada kemuliaan, bahasa Kristus untuk engkau adalah, "Marilah, marilah kepada-Ku." Seperti seorang ibu mengajukan jarinya pada anaknya yang kecil dan membujuknya berjalan dengan berkata, "Marilah," begitu pula Yesus. Ia akan selalu berada di depan engkau, meminta engkau untuk mengikuti-Nya seperti tentara yang mengikuti kaptennya. Ia akan selalu berjalan di hadapan engkau untuk meratakan jalanmu, dan membersihkan jalanmu, dan engkau akan mendengar suara-Nya yang hidup memanggil engkau untuk mengikuti Dia sepanjang hidupmu; sementara itu dalam jam kematianmu yang khidmat, Ia mengantar engkau ke dalam dunia surgawi dengan perkataan manis ini — "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku." [Matius 25:34]

Bahkan, lebih jauh, bukan saja ini adalah pekikan Kristus kepadamu, tetapi, jika engkau adalah seorang percaya, ini adalah pekikmu kepada Kristus — "Mari! mari datanglah!" Engkau akan merindukan kedatangan kedua-Nya; engkau akan berkata, "Marilah datang segera, datanglah Tuhan Yesus." [Wahyu 22:20] Engkau akan sangat mengharapkan persekutuan yang lebih dekat dan akrab dengan-Nya. Sama halnya dengan suara-Nya kepadamu, "Marilah," tanggapan engkau kepada-Nya adalah, "Marilah datang, Tuhan, dan tinggallah padaku. Marilah, dan isilah takhta hatiku hanya oleh diri-Mu; memerintahlah di dalamnya tanpa penghalang, dan kuduskanlah diriku seluruhnya untuk pelayanan-Mu."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.