Minggu, 15 Desember 2019

Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. [Rut 1:14]


Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan bahwa mereka akan hidup di tengah-tengah umat Tuhan; tapi setelah berpikir lebih lanjut, Orpa dengan penuh kesedihan dan dengan ciuman yang penuh hormat meninggalkan ibu mertuanya, dan orang-orangnya, dan Allahnya, dan kembali kepada teman-temannya yang menyembah berhala, sementara Rut dengan sepenuh hati menyerahkan dirinya kepada Allah ibu mertuanya. Mencintai jalan Tuhan ketika segalanya berjalan baik, merupakan hal yang cukup berbeda dengan tetap berpegang erat kepada jalan Tuhan di dalam segala putus asa dan kesulitan. Ciuman yang kelihatan itu murahan dan gampang dilakukan, tetapi berpegang erat pada Tuhan secara nyata, yang harus kelihatan dari keputusan yang suci untuk memilih kebenaran dan kekudusan, bukan merupakan perkara yang mudah. Bagaimana dengan kita, apakah hati kita mengarah kepada Yesus, apakah korban hari raya itu terikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah [Mazmur 118:27]? Sudahkah kita memperhitungkan harganya, dan apakah kita sungguh-sungguh siap mengalami segala kehilangan duniawi demi Tuan kita? Kita akan mendapatkan kompensasi yang melimpah, sebab harta Mesir tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Orpa tidak lagi disebut-sebut; dalam kenyamanan gemilang dan kenikmatan berhala hidupnya meleleh ke dalam suramnya maut; tapi Rut hidup dalam sejarah dan dalam surga, sebab anugerah menempatkan dia dalam jalur silsilah luhur yang melahirkan Raja atas segala raja [Matius 1:5]. Diberkatilah di antara semua perempuan yaitu mereka yang demi Kristus dapat merelakan segalanya; tetapi terlupalah, dan bahkan lebih buruk dari itu, mereka yang pada saat pencobaan melanggar hati nurani dan berpaling kepada dunia. Oh semoga pagi ini kita tidak puas dengan bentuk pengabdian yang mungkin tidak lebih baik daripada ciuman Orpa, tetapi semoga Roh Kudus mengerjakan di dalam kita yaitu keteguhan dari seluruh hati kita untuk terus berpegang kepada Yesus, Tuhan kita.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.