Kamis, 13 Desember 2018

Garam tidak terbatas. [Ezra 7:22]


Garam digunakan untuk setiap persembahan bakaran untuk Tuhan, dan berdasarkan sifatnya yang mengawetkan dan memurnikan itu, garam adalah lencana ucapan syukur atas anugerah ilahi yang ada di dalam jiwa. Layak kita perhatikan bahwa, ketika Artahsasta memberikan garam kepada imam Ezra, ia tidak membatasi jumlahnya, dan kita pun bisa cukup yakin bahwa ketika sang Raja di atas segala raja memberikan anugerah kepada imam-imam-Nya yang setia, persediaannya tidak akan dibatasi oleh Dia. Kita sering serba kurang di dalam diri kita sendiri, tapi tidak pernah kekurangan di dalam Tuhan. Ia yang mengumpulkan banyak manna akan mendapatkan dirinya menemukan sebanyak yang ia harapkan. Di Yerusalem tidak ada kelaparan yang mengharuskan penduduknya makan roti dan minum air yang sudah diukur terlebih dahulu. Beberapa hal dalam ekonomi anugerah memang diukur; misalnya cuka dan racun diberikan kepada kita dengan dosis yang begitu tepat sehingga kita tidak akan mendapatkan terlalu banyak setetes pun, tetapi untuk garam anugerah tidak diberi batas, "Mintalah yang engkau kehendaki dan yang engkau minta akan diberikan kepadamu." Orang tua perlu mengunci lemari buah, dan botol permen, tapi tempat garam tidak perlu dikunci dan digembok, karena hampir tidak ada anak kecil yang rakus akan garam. Seseorang bisa memiliki terlalu banyak uang, atau terlalu banyak harga diri, tetapi ia tidak bisa memiliki terlalu banyak anugerah. Ketika Yesyurun menjadi gemuk dalam kedagingannya, ia menendang ke belakang melawan Allah [Ulangan 32:15], tetapi kita tidak perlu takut seseorang terlalu kenyang dalam anugerah: terlalu banyak anugerah adalah hal yang mustahil. Makin banyak harta menimbulkan makin banyak urusan, tetapi makin banyak anugerah menghasilkan makin banyak sukacita. Hikmat yang meningkat merupakan kesedihan yang meningkat [Pengkhotbah 1:18], tetapi limpahnya Roh Kudus adalah penuhnya sukacita. Orang percaya, pergilah menghadap ke takhta untuk mendapatkan garam surgawi yang tidak terbatas. Garam itu akan membumbui kesusahanmu, yang rasanya hambar tanpa garam; itu akan mengawetkan hatimu yang akan membusuk jika garam tidak ada, dan garam itu akan membunuh dosa-dosamu seperti garam membunuh reptil. Engkau perlu banyak; mintalah banyak-banyak, dan milikilah banyak-banyak.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.