Kamis, 18 Juli 2019

Merekalah yang terkemudian berangkat menurut panji-panji mereka. [Bilangan 2:31]


Perkemahan bani Dan berada di belakang ketika tentara Israel sedang berbaris. Bani Dan menempati tempat paling belakang, tetapi apa pentingnya posisi, karena mereka sungguh-sungguh bagian dari tentara, sama seperti suku-suku yang di depan; mereka mengikuti tiang api dan awan, mereka memakan manna yang sama, meminum dari batu karang rohani yang sama, dan menuju warisan yang sama pula. Datanglah, hatiku, teguhkanlah hatimu, meskipun paling terakhir dan paling sedikit; ini merupakan hak istimewamu untuk menjadi bagian dalam tentara, dan mengikuti sebagaimana mereka mengikuti yang memimpin barisan depan. Seseorang harus berada di tempat paling belakang dalam penghormatan dan penghargaan, seseorang harus melakukan pekerjaan kasar bagi Yesus, dan mengapa bukan saya? Di sebuah desa miskin, di antara warga yang bebal; atau di jalan belakang, di antara orang-orang berdosa yang hina, aku akan bekerja terus, dan “berjalan terkemudian dengan panjiku”. Orang-orang Dan menempati tempat yang sangat berguna. Orang yang tersesat harus dijemput dalam barisan, dan milik yang hilang harus dikumpulkan dari ladang. Roh yang berapi-api mungkin berlari menerjang ke depan melewati jalur setapak untuk belajar kebenaran baru, dan memenangkan lebih banyak jiwa untuk Yesus; tetapi beberapa dari roh yang lebih konservatif mungkin juga terlibat dengan baik dalam mengingatkan gereja terhadap imannya yang mula-mula, dan memulihkan anak-anak yang tersesat. Setiap posisi punya tugasnya masing-masing, dan anak-anak Tuhan yang bergerak perlahan akan menemukan bagian khusus yang di dalamnya dapat membuat mereka mungkin menjadi berkat besar bagi seluruh kaum. Barisan belakang adalah tempat bahaya. Ada musuh-musuh baik di belakang kita maupun yang berada di depan kita. Serangan bisa datang dari segala mata angin. Kita membaca bahwa Kaum Amalek menyerang Israel, dan menewaskan beberapa orang di barisan belakang. Orang Kristen yang berpengalaman akan menemukan banyak yang harus dikerjakan untuk senjatanya dalam membantu jiwa-jiwa yang miskin dan ragu-ragu, putus asa, goyah, yang terbelakang dalam iman, pengetahuan, dan sukacita. Jiwa-jiwa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan oleh karena itu menjadi urusan dari orang-orang kudus yang terajar, untuk menanggung panji-panji mereka di antara yang terbelakang. Jiwaku, dengan lembah lembut berjaga-jagalah untuk membantu yang terbelakang hari ini.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.