Jumat, 10 Juli 2020

Kawan sewarga dari orang-orang kudus. [Efesus 2:19]


Apa artinya bila kita menjadi warga kerajaan surga? Ini berarti kita berada di bawah pemerintahan Tuhan. Kristus, raja surga yang memerintah dalam hati kita; doa sehari-hari kita adalah, “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” [Mat 6:10] Proklamasi yang dikeluarkan dari takhta kemuliaan Allah, telah diterima dengan bebas untuk kita. Dekrit dari Raja Mahakuasa dengan riang kita taati. Kemudian sebagai warga Yerusalem Baru, kita berbagi kehormatan surgawi. Kemuliaan yang dimiliki orang-orang kudus pertama, dimiliki oleh kita, karena kita sudah menjadi anak-anak Allah, menjadi pangeran dengan darah kerajaan; memakai jubah yang tak bernoda yaitu kebenaran Yesus; memiliki malaikat-malaikat sebagai pelayan kita, orang-orang kudus untuk menjadi sahabat kita, Kristus sebagai Saudara kita, Allah sebagai Bapa kita, dan mahkota keabadian sebagai hadiah kita. Kita membagikan kehormatan kewarganegaraan, karena kita telah datang ke sidang umum dan Gereja Sulung yang namanya tertulis di Surga. Sebagai warga negara, kita telah memiliki hak-hak umum atas seluruh milik kita di surga. Gerbang mutiara dan dinding ratna cempaka adalah milik kita; cahaya biru langit dari kota yang tidak membutuhkan lilin atau cahaya matahari adalah milik kita; sungai air kehidupan, dan dua belas macam buah-buahan yang bertumbuh di atas pohon-pohon yang tertanam di tepi sungai pun milik kita; tidak ada hal di surga yang bukan milik kita. “Baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,” [Roma 8:38] semua milik kita. Juga sebagai warga surga, kita menikmati kelezatannya. Apakah mereka di sana bersukacita atas orang-orang berdosa yang bertobat—anak yang hilang yang telah kembali? Demikian pula kita. Apakah mereka menyanyikan kemuliaan anugerah kemenangan? Kita juga melakukan hal yang sama. Apakah mereka melemparkan mahkota mereka ke kaki Yesus? Penghargaan seperti itu pula yang kita lemparkan. Apakah mereka terpesona dengan senyum-Nya? Hal ini tidak kurang manis bagi kita yang tinggal di bumi. Apakah mereka berharap, menunggu kedatangan Tuhan yang kedua? Kita pun mencari dan merindukan kedatangan-Nya. Maka, jika kita memang warga negara surga, biarlah langkah dan tindakan kita konsisten dengan martabat kita yang tinggi.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.