Kamis, 9 Juli 2020

Janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! [Mazmur 103:2]


Merupakan pekerjaan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan, jika kita mengamati tangan Allah di dalam kehidupan orang-orang kudus zaman dahulu, dan boleh mengamati kebaikan-Nya dalam membebaskan mereka, kemurahan hati-Nya dalam mengampuni mereka, dan kesetiaan-Nya dalam memelihara perjanjian-Nya dengan mereka. Tetapi tidakkah itu menjadi lebih menarik dan menguntungkan bagi kita untuk mengamati tangan Allah di dalam kehidupan kita sendiri? Tidakkah seharusnya kita setidaknya memandang riwayat kita sendiri penuh akan Allah, penuh dalam kebaikan dan kebenaran-Nya, banyak bukti nyata akan kesetiaan dan kejujuran-Nya, seperti hidup orang-orang kudus yang sudah terjadi sebelumnya? Kita memperlakukan Tuhan dengan tidak adil ketika kita mengira bahwa Dia menempa seluruh perbuatan dahsyat-Nya, dan menunjukkan diri-Nya yang kuat kepada mereka di zaman awal, tetapi tidak melakukan keajaiban atau meletakkan tangan-Nya sekarang kepada orang-orang kudus di atas bumi. Mari kita meninjau kehidupan kita sendiri. Tentunya di dalam hal ini, kita dapat menemukan beberapa peristiwa bahagia, menyegarkan diri kita dan memuliakan Allah kita. Bukankah Anda telah mengalami pemulihan? Bukankah Anda telah melewati laut yang terbelah, yang didukung oleh kehadiran ilahi? Bukankah Anda telah melewati api tetapi tidak terbakar? Bukankah Anda telah memiliki manifestasi? Bukankah Anda mendapatkan perkenanan? Allah yang memberi Salomo keinginan hatinya, apakah Dia tidak pernah mendengar dan menjawab permohonan-permohonanmu? Allah yang berlimpah kasih karunia, Allah yang dipuji Daud, “Yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,” [Mazmur 103:5] apakah Dia tidak pernah mengenyangkan Anda dengan lemaknya? Apakah Anda tidak pernah dibaringkan di dalam padang rumput hijau? Apakah Anda tidak pernah dibimbing ke air yang tenang? [Mazmur 23:2] Tentunya kebaikan Allah sama bagi kita seperti kepada orang-orang kudus terdahulu. Maka marilah kita merangkai kemurahan-Nya menjadi sebuah mazmur. Mari kita mengambil emas murni puji syukur, dan perhiasan puji-pujian dan membuatnya menjadi satu lagi mahkota untuk kepala Yesus. Biarlah jiwa kita memancarkan musik semanis dan seriang suara yang datang dari kecapi Daud, ketika kita memuji Tuhan yang kasih setia-Nya untuk selama-lamanya [Mazmur 136:1].

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.