Senin, 5 Juli 2021

Dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus. [Roma 1:7]


Kita cenderung menganggap orang-orang kudus apostolik (kerasulan) seolah-olah mereka “orang-orang kudus” yang lebih utama dari anak-anak Tuhan lainnya. Semua yang Allah panggil karena anugerah-Nya, dan dikuduskan karena Roh-Nya, merupakan “orang-orang kudus”; tetapi kita cenderung melihat para rasul seperti makhluk yang luar biasa, hampir tidak mengalami kelemahan dan pencobaan seperti kita. Namun kita lupa kebenaran ini, bahwa semakin dekat seseorang hidup untuk Allah, semakin intens dia harusnya meratapi hatinya yang jahat. Semakin Tuannya menghormati dia di dalam pelayanannya, semakin banyak juga kejahatan yang menyusahkan dan menggodanya hari demi hari. Kenyataannya apabila kita telah melihat Rasul Paulus, kita sungguh akan berpikir bahwa ia seperti seluruh keluarga kaum pilihan: dan jika kita telah berbicara kepadanya, kita seharusnya berkata “Kami menemukan bahwa pengalaman dia dan kami memiliki banyak kesamaan. Dia lebih setia, lebih suci, dan lebih diajar secara mendalam daripada kami, tetapi dia memiliki pencobaan yang sama yang harus ditahan. Tidak, di dalam beberapa hal dia lebih dicobai daripada kami.” Janganlah, memandang orang-orang kudus zaman dahulu seolah-olah bebas, baik dari kelemahan atau dosa-dosa; dan jangan menganggap mereka dengan kehormatan mistis seperti itu yang hampir membuat kita menjadi penyembah berhala. Kekudusan mereka dapat dicapai oleh kita. Kita “dipanggil menjadi orang-orang kudus” oleh suara yang sama yang mengikat mereka pada pekerjaan yang mulia. Ini adalah tugas orang Kristen yaitu untuk mengarahkan jalan dirinya kepada lingkaran yang lebih dalam dari karakter orang kudus; dan jika orang-orang kudus ini unggul dari kita dalam pencapaian mereka, mari kita meneladani mereka; mari kita meniru semangat dan kekudusan mereka. Kita memiliki cahaya yang sama seperti mereka, anugerah yang sama dapat kita akses, lalu mengapa kita sekarang merasa puas, sebelum kita menyamai mereka di dalam karakter surgawi? Mereka hidup bersama Yesus, mereka hidup bagi Yesus, oleh karena itu mereka bertumbuh seperti Yesus. Mari kita hidup oleh Roh yang sama seperti yang mereka lakukan, “dengan mata yang tertuju kepada Yesus” [Ibrani 12:2], dan karakter orang kudus milik kita akan segera nyata.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.