Selasa, 29 Juni 2021

Mereka yang telah meninggal [tidur] dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. [1 Tesalonika 4:14]


Janganlah kita membayangkan bahwa jiwa tidur dalam keadaan tidak sadar. “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,” [Luk 23:43] adalah sebuah bisikan Kristus kepada setiap orang suci yang akan meninggal. Mereka “meninggal dalam Yesus”, tetapi jiwa mereka berdiri di hadapan takhta Allah [Why 7:15], memuji Dia siang dan malam di bait-Nya, menyanyi haleluya kepada Dia yang membersihkan mereka dari dosa dalam darah-Nya. Tubuh tertidur di atas ranjangnya yang sepi di bumi, berselimutkan rumput. Namun apa sebenarnya tidur ini? Pengertian yang berhubungan dengan tidur adalah "istirahat", dan itulah yang ingin Roh Allah sampaikan kepada kita. Tidur membuat setiap malam sebuah Sabat bagi hari itu. Tidur menutup pintu jiwa kita dengan cepat, dan memerintahkan semua penyusup melambat untuk sementara waktu, sehingga kehidupan di dalamnya dapat memasuki taman kelegaan musim panas. Orang percaya yang hidupnya membanting tulang tidur dengan tenang, bagaikan seorang anak yang kelelahan terlelap dalam dekapan ibunya. Oh! Betapa bahagianya mereka yang meninggal dalam Tuhan; mereka beristirahat dari pekerjaan mereka, dan karya-karya mereka mengikutinya. Istirahat mereka yang tenang tidak akan pernah terganggu sampai Allah membangunkan mereka kembali untuk memberikan mereka upah yang penuh. Dijaga malaikat pengawas, bertiraikan misteri abadi, mereka terus tidur, yaitu para pewaris kemuliaan, sampai kegenapan waktu yang menghadirkan kegenapan karya penebusan. Kebangunan itu akan menjadi milik mereka! Mereka dibaringkan dalam tempat peristirahatan yang terakhir, dengan letih dan usang, sedemikian sehingga mereka tidak dapat terbangun. Mereka pergi beristirahat dengan kening berkerut, dengan organ-organ yang terbuang, tetapi mereka bangkit dalam keindahan dan kemuliaan. Benih yang layu, begitu miskin akan bentuk dan kemolekan, berkembang dari antara debu menjadi sekuntum bunga yang cantik. Musim dingin liang kubur memberikan jalan bagi musim semi penebusan dan musim panas kemuliaan. Terpujilah kematian, karena kematian, melalui kekuatan ilahi, menanggalkan pakaian dunia penuh keletihan ini dari kita, dan mengenakan kita sebuah pakaian pernikahan yang tidak akan rusak. Berbahagialah mereka yang "meninggal dalam Yesus."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.