Senin, 28 Juni 2021

Mata yang tertuju kepada Yesus. [Ibrani 12:2]


Selamanyalah pekerjaan Roh Kudus yang melalukan mata kita dari melihat diri kepada melihat Yesus; tetapi pekerjaan Iblis semata-mata kebalikan dari ini, karena dia terus menerus mencoba untuk membuat kita memandang diri kita alih-alih Kristus. Dia menyindir, “Dosa-dosamu terlalu besar untuk diampuni; kamu tidak memiliki iman; kamu tidak cukup bertobat; kamu tidak akan pernah bisa bertahan sampai akhir; kamu tidak memiliki sukacita sebagai anak-anak-Nya; kamu memiliki pegangan yang goyah terhadap Yesus.” Semua ini adalah pikiran-pikiran tentang diri, dan kita tidak akan pernah menemukan penghiburan atau jaminan dengan melihat ke dalam. Tetapi Roh Kudus melalukan mata kita jauh-jauh dari diri: Dia mengatakan kepada kita bahwa kita itu tidak ada apa-apanya, tetapi “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” [Kol 3:11]. Ingatlah, oleh sebab itu, bukan peganganmu terhadap Kristus yang menyelamatkan engkau—melainkan Kristus; bukan sukacitamu dalam Kristus yang menyelamatkan engkau—melainkan Kristus; bahkan bukan iman dalam Kristus, meskipun itu menjadi alat—melainkan darah Kristus dan kebaikan-Nya; jadi, jangan terlalu melihat tanganmu yang memegang Kristus sebanyak engkau melihat Kristus; pandanglah, bukan kepada pengharapanmu, tetapi kepada Yesus, sumber pengharapanmu; pandanglah, bukan kepada imanmu, tetapi kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [Ibr 12:2]. Kita tidak pernah menemukan kebahagiaan dengan memandang doa-doa kita, perbuatan-perbuatan kita, atau perasaan-perasaan kita; Adalah Yesus sendiri, bukan kita, yang memberikan ketenangan pada jiwa. Jika kita pernah menang melawan Iblis dan memperoleh damai dengan Allah, itu pasti melalui “mata yang tertuju kepada Yesus”. Pandanglah terus kepada-Nya; biarlah kematian-Nya, penderitaan-Nya, kebaikan-Nya, kemuliaan-Nya, doa syafaat-Nya, tetap segar dalam pikiranmu; ketika engkau bangun di pagi hari, pandanglah kepada-Nya; ketika engkau berbaring di malam hari pandanglah kepada-Nya. Oh! Jangan biarkan harapanmu dan ketakutanmu datang di antara engkau dan Yesus; ikuti Dia dengan sungguh-sungguh, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan engkau.

    “Harapanku dibangun oleh tiada yang lain
    kecuali darah dan kebenaran Yesus:
    Aku tidak berani percaya kepada keadaan [pikiran] yang termanis,
    Tetapi bergantung penuh pada nama Yesus.” [1]
____________________
[1] My Hope is Built on Nothing Less

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.