Sabtu, 20 Juni 2020

Sebab sesungguhnya, Aku memberi perintah, dan Aku mengiraikan [mengayak] kaum Israel di antara segala bangsa, seperti orang mengiraikan ayak [gandum], dan sebiji batu kecil pun tidak akan jatuh ke tanah. [Amos 9:9]


Setiap iraian datang dari perintah dan izin ilahi. Iblis harus meminta izin sebelum dia bisa mengulurkan jarinya pada Ayub. Bahkan, pengiraian [pengayakan] kita adalah pekerjaan Sorga, seperti yang tertulis “Aku mengiraikan kaum Israel." Iblis bersusah payah mencoba memegang pengayak, dan menghancurkan gandum; namun tangan Sang Tuan mengubah pengayakan itu sehingga malah memurnikan gandum melalui proses yang sama, yang tadinya dimaksudkan jahat oleh sang musuh. Wahai engkau, gandum yang berharga namun telah banyak diayak di mimbar Tuhan, berbahagialah oleh kenyataan bahwa pecut dan pengayak dipakai demi kemuliaan-Nya, dan demi faedah kita yang kekal.

Tuhan Yesus tentunya akan menggunakan kipas di tangan-Nya dan memisahkan yang berharga dari yang busuk. Tidak seluruh bangsa Israel adalah Israel sejati; tidak semua tumpukan gandum dalam lumbung layak untuk menjadi pangan, karena itulah pengayakan harus dilakukan. Dalam ayakan, bobot yang sejati sajalah yang bertahan. Sekam dan dedak yang tak berisi harus diterbangkan angin, sehingga hanya gandum padat yang tertinggal.

Amatilah kesejahteraan penuh gandum Tuhan; bahkan biji terkecil pun terjamin pemeliharaannya. Tuhan sendirilah yang mengirai, dan karenanya, ini adalah pekerjaan yang keras dan susah; Dia mengirai di semua tempat; "di antara segala bangsa"; Dia mengirainya dengan cara terbaik, "seperti orang mengiraikan ayak" [seperti mengayak gandum dalam nyiru]; namun, terlepas dari segalanya, tak akan ada sebutir biji pun jatuh ke tanah, sekecil, seringan, bahkan selayu apapun itu. Setiap orang percaya berharga di mata Tuhan, seorang gembala tak akan kehilangan satu pun dombanya, sebagaimana seorang ahli permata dengan permatanya, maupun seorang ibu dengan anaknya, seseorang dengan organ tubuhnya, apalagi Tuhan dengan orang tebusan-Nya. Sebagaimanapun kecilnya kita, jika kita milik Tuhan, kita dapat bersukacita karena kita dipelihara dalam Yesus Kristus.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.