Kamis, 10 Juni 2021

Kita hidup untuk Tuhan. [Roma 14:8]


Jika Allah menghendaki, setiap kita mungkin langsung masuk surga tepat di saat kita menjadi orang Kristen. Kita bertahan di sini bukanlah suatu persiapan yang harus bagi kekekalan kita. Adalah mungkin bagi manusia untuk dibawa ke surga, dan ditemukan layak untuk mengambil warisan orang-orang kudus dalam terang, meskipun ia baru saja percaya pada Yesus. Memang benar pengudusan kita adalah proses yang panjang dan terus berlangsung, dan kita tidak mungkin disempurnakan sampai kita meninggalkan tubuh kita dan masuk ke dalam tabir; tetapi meskipun begitu, jika Tuhan menghendaki demikian, Ia bisa saja mengubah kita dari ketidaksempurnaan menjadi sempurna, dan langsung membawa kita ke surga. Lalu, mengapa kita di sini? Akankah Tuhan menjauhkan anak-anak-Nya dari Firdaus sekejap lebih lama daripada yang diperlukan? Mengapa laskar Allah yang hidup masih berada di medan pertempuran padahal satu serangan bisa memberikan mereka kemenangan? Mengapakah anak-anak-Nya masih berkeliaran ke sana kemari melewati sebuah labirin, padahal sepatah kata dari bibir-Nya akan membawa mereka ke pusat harapan mereka di surga? Jawabannya adalah—mereka di sini supaya mereka dapat “hidup untuk Tuhan,” [Rom 14:8] dan dapat membawa orang-orang lain mengetahui kasih-Nya. Kita masih berada di bumi sebagai penabur untuk menabur benih yang baik; sebagai pembajak untuk memecah tanah kosong; sebagai pewarta kabar keselamatan. Kita di sini sebagai “garam dunia” [Mat 5:13], untuk menjadi berkat bagi dunia. Kita di sini untuk memuliakan Kristus dalam keseharian kita. Kita di sini sebagai pekerja-Nya, dan sebagai “teman-teman sekerja” [2 Kor 6:1]. Mari kita melihat hidup kita memenuhi tujuannya. Mari kita hidup sungguh-sungguh, bermakna, kudus, hingga “terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia” [Ef 1:6]. Sementara itu, kita rindu untuk bersama-sama dengan Dia, dan setiap hari bernyanyi—

    “Hatiku bersama-Nya di atas takhta-Nya,
    Dan sungai pun sulit menundanya;
    Setiap saat mendengarkan ucapan,
    ‘Bangunlah, dan marilah.’ [Kid 2:10]” [1]
____________________
[1] Lyra Clestis: Hymns on Heaven

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.