Senin, 1 Juni 2020

Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. [Kej 1:5]


Tidakkah pada mulanya memang sudah seperti ini? Bukankah terang dan gelap sudah membagi kerajaan waktu pada hari pertama? Maka tak heran jika kemudian aku pun mengalami perubahan dalam keadaanku, dari terang cahaya kemakmuran menjadi tengah malam kesengsaraan. Hidupku tidak akan selamanya adalah terang yang berkobar, bahkan dalam urusan jiwaku, aku harus tahu pada musim-musim duka akan tiadanya sukacitaku yang dahulu, dan mencari Kekasihku di malam hari. Aku tidak sendiri dalam hal ini, karena semua yang dicintai Tuhan sudah harus menyanyikan lagu campuran penghakiman dan belas kasihan, uji coba dan pelepasan, ratapan dan sukacita. Ini adalah salah satu dalil yang diatur oleh pemeliharaan Ilahi, bahwa pagi dan petang tidak akan berhenti, baik dalam ciptaan rohani maupun jasmani, sampai kita tiba di tempat, yang tentangnya ada tertulis “malam tidak akan ada lagi di sana” [Wahyu 21:25]. Apa yang ditetapkan Bapa Surgawi kita itu bijak dan baik.

Jadi apakah, hai jiwaku, yang terbaik yang bisa engkau lakukan? Belajarlah dulu untuk puas dengan ketetapan ilahi ini, dan bersedia, seperti Ayub, untuk menerima baik kejelekan maupun kebaikan dari tangan Tuhan. Selidikilah, untuk membuat apa yang keluar di kala pagi dan petang bersukacita. Pujilah Tuhan untuk mentari sukacita ketika ia terbit, dan untuk dukacita malam ketika ia tiba. Ada keindahan, baik ketika matahari terbit maupun terbenam, nyanyikanlah, dan muliakan Tuhan. Seperti burung bulbul, bernyanyilah setiap jam. Percayalah bahwa malam sama bergunanya dengan pagi. Embun kasih karunia mengalir deras di kesedihan malam. Bintang perjanjian bersinar penuh megah di tengah kegelapan duka. Lanjutkan pelayananmu di tengah segala perubahan. Apabila ketika pagi semboyanmu adalah bekerja, ketika malam jadikanlah semboyanmu berjaga-jaga. Setiap jam punya tugasnya sendiri, tetaplah lanjutkan panggilanmu sebagai hamba Tuhan sampai Ia tiba-tiba muncul dalam kemuliaan-Nya. Jiwaku, senja usia tua dan kematianmu semakin mendekat, janganlah takut akannya, karena itu merupakan bagian dari satu hari, dan Tuhan telah berfirman, ”Aku akan melindunginya setiap waktu.” [Ul 33:12]

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.