Minggu, 31 Mei 2020

Raja menyeberangi sungai Kidron. [2 Samuel 15:23]


Daud melewati sungai yang suram tersebut ketika melarikan diri beserta rombongannya yang berkabung oleh karena puteranya yang berkhianat. Seorang yang berkenan di hati Allah [1 Samuel 13:14] tidak terbebas dari masalah, malahan, hidupnya penuh dengan masalah. Dia adalah yang Diurapi Tuhan, sekaligus yang menderita bagi Tuhan. Lalu mengapa kita berharap dapat lari dari kesulitan? Di gerbang kesedihan, manusia-manusia yang luhur pernah menunggu dengan abu di kepala mereka; lalu mengapa kita mengeluh seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kita? [1 Petrus 4:12]

Raja di atas segala raja pun tidak diistimewakan dengan jalan yang lebih gembira ataupun rajani. Ia melalui selokan Kidron yang jorok, yang melaluinya kotoran pembuangan dari Yerusalem mengalir. Allah memiliki seorang Putera yang bersih dari dosa, tetapi tidak memiliki satu anak pun yang bebas dari tongkat. Adalah kebahagiaan besar untuk percaya bahwa Yesus sudah pernah dicobai dalam segala hal seperti kita juga dicobai. Apakah “Kidron” kita pagi ini? Teman yang tidak beriman, suatu kehilangan yang menyedihkan, celaan dan fitnah, atau firasat yang buruk? Sang Raja telah melalui semuanya itu. Apakah itu kesakitan tubuh, kemiskinan, penganiayaan, atau penghinaan? Setiap “Kidron” itu sudah pernah dilalui Raja kita sebelum kita. “Dalam semua kesesakan kita Ia menderita.” [Yesaya 63:9] Pemikiran kalau ujian kita adalah hal yang aneh haruslah dibuang selamanya, karena Ia yang adalah Kepala dari semua orang kudus mengerti melalui pengalaman-Nya sendiri, penderitaan yang menurut kita sangat aneh. Semua penduduk Sion, yang Kepala dan Pemimpinnya adalah Pangeran Imanuel, haruslah terbebas dari Rombongan Orang-orang yang Berkabung.

Walaupun Daud mengalami penghinaan, dia tetap kembali ke kotanya dalam kemenangan, dan Tuhannya Daud bangkit penuh dengan kejayaan dari kubur; marilah kita kuatkan dan teguhkan hati [Mazmur 31:24], karena kita juga akan menang suatu hari. Kita akan mengambil air dengan bergembira dari sumur keselamatan, walaupun untuk sekarang ini kita harus melalui sungai dosa dan duka yang berbahaya. Beranilah, hai tentara Salib, Sang Raja sendiri telah menang setelah melalui Kidron, demikian juga engkau.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.