Jumat, 21 Mei 2021

Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. [1 Petrus 2:3]


Jika:—berarti, ini bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja, karena hal ini menyangkut setiap manusia. "Jika:"—berarti ada kemungkinan dan peluang bahwa ada yang belum pernah mengecap kebaikan Tuhan. "Jika:"—berarti ini bukanlah anugerah umum melainkan anugerah khusus; dan pentinglah bagi kita untuk mempertanyakan apakah kita bisa mengetahui anugerah Allah melalui pengalaman dalam diri sendiri. Tidak ada berkat rohani yang tidak berkaitan dengan penyelidikan hati.

Tetapi meskipun hal ini seharusnya merupakan urusan pencarian yang tulus dan penuh doa, tidak seorangpun boleh puas selama masih ada "jika" dalam menjawab apakah dia sudah pernah mengecap kebaikan Tuhan. Kecemburuan dan ketidakpercayaan akan diri sendiri yang kudus, bisa menimbulkan pertanyaan ini bahkan di dalam hati orang percaya, tetapi keraguan yang terus-menerus tentu saja merupakan kejahatan. Kita tidak boleh puas sebelum bergulat dengan sengit demi memegang erat-erat Sang Juruselamat dengan lengan iman, dan berkata, "Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku." [2 Timotius 1:12] Jangan berhenti, hai orang percaya, sampai engkau telah yakin sepenuhnya bahwa engkau mendapat bagian dalam Yesus. Jangan ada hal apapun yang membuatmu puas sebelum engkau, melalui kesaksian Roh Kudus yang tanpa cela yang bersaksi bersama-sama dengan roh kita [Roma 8:18], diyakinkan bahwa engkau adalah anak Allah. O, jangan menganggapnya remeh; janganlah biarkan "mungkin" dan "seandainya" dan "jika" dan "bisa jadi" memuaskan jiwamu. Bangunlah di atas kebenaran yang kekal, dan dengan sungguh-sungguh bangunlah di atasnya. Dapatkanlah kasih setia yang teguh yang TUHAN janjikan kepada Daud [Yesaya 55:3], dan dapatkanlah dengan pasti. Biarlah jangkarmu dilemparkan melalui tabir, dan pastikanlah jiwamu terhubungkan ke jangkar itu dengan tali yang tidak mungkin putus. Majulah melampaui semua "jika" yang kusam itu; jangan lagi tinggal di belantara keraguan dan ketakutan; seberangilah sungai Yordan ketidakpercayaan, dan masuklah ke dalam Kanaan kedamaian, di mana bangsa Kanaan masih berada, tetapi juga di mana susu dan madu tidak berhenti mengalir.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.