Senin, 2 Maret 2020

Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya masing-masing. [1 Samuel 13:20]


Kita berada dalam peperangan besar dengan Filistin-Filistin kejahatan. Setiap senjata yang dapat dijangkau harus kita gunakan. Khotbah, pengajaran, doa, sedekah, semuanya harus digunakan, bahkan talenta yang kita kira kurang baik untuk melayani, harus juga digunakan. Beliung, kapak, dan arit bisa berguna untuk membunuh si Filistin; alat-alat yang kasar bisa menimbulkan pukulan yang telak, dan pembunuhan yang tidak elegan tidak masalah asalkan berhasil. Setiap saat, baik atau tidak baik waktunya [2 Timotius 4:2]; setiap serpihan kemampuan, terlatih atau tidak; setiap kesempatan, menguntungkan atau tidak, harus digunakan, karena musuh kita banyak sementara kekuatan kita sedikit.

Kebanyakan dari alat-alat kita perlu ditajamkan; kita perlu cepat tanggap, perlu sensitivitas, energi, dan kesigapan, dengan kata lain, penyesuaian diri yang menyeluruh untuk pekerjaan Tuhan. Akal sehat yang praktikal sangat langka dijumpai pada berbagai usaha yang dilakukan orang-orang Kristen. Kita mungkin saja belajar dari musuh kita jika memang harus, dan membuat orang-orang Filistin menajamkan senjata kita. Pagi ini marilah kita pastikan untuk mempertajam semangat kita sepanjang hari ini dengan bantuan Roh Kudus. Lihat energi dari para pengikut Paus, bagaimana mereka mengarungi lautan dan daratan untuk merubah kepercayaan satu orang, apakah semua kesungguhan hati itu harus dimiliki oleh mereka saja? Lihat umat kafir yang sangat berbakti, penyiksaan-penyiksaan yang mereka hadapi dalam melayani para berhala! apakah mereka saja yang dapat menunjukkan kesabaran dan pengorbanan diri? Amati pangeran kegelapan, betapa gigih dalam usahanya, betapa tak tahu malu dalam upayanya, betapa berani dalam rencananya, betapa dalam memikirkan akal bulusnya, betapa cergas dalam segalanya! Para setan bersatu seperti satu orang dalam pemberontakan mereka yang kejam, sementara kita, orang yang percaya kepada Yesus, terpecah-pecah dalam melayani Allah, dan hampir tidak pernah bekerja dengan suara bulat. O, semoga dari kerja keras Iblis di neraka, kita dapat belajar untuk hidup seperti orang Samaria yang baik hati, terus mencari siapa yang bisa kita berkati!

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.