Sabtu, 2 Februari 2019

Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. [Ibrani 9:22]


Inilah suara kebenaran yang tidak berubah. Tidak ada satu pun upacara orang Yahudi di mana dosa bisa dihapuskan tanpa penumpahan darah. Tidak ada kondisi, tidak ada cara yang memperbolehkan dosa diampuni tanpa penebusan. Maka jelaslah bahwa tidak ada harapan bagiku di luar Kristus; karena tidak ada penumpahan darah lain yang layak dipertimbangkan sebagai penebusan dosa. Nah, apakah aku percaya kepada-Nya? Apakah darah penebusan-Nya sungguh-sungguh dipakaikan pada jiwaku? Semua manusia sama-sama memerlukan Dia. Sebenar, semurah hati, sebaik hati, atau sepatriotik apapun kita, peraturan ini tidak akan diubah sehingga kita dikecualikan. Dosa tidak akan tunduk kepada apapun selain darah-Nya yang telah Allah sediakan sebagai korban pendamaian. Betapa kita telah diberkati dengan adanya satu jalan pengampunan ini! Mengapakah kita masih mencari jalan lain?

Mereka yang hanya menganut agama sebagai formalitas tidak bisa mengerti bagaimana kita dapat bersyukur atas segala dosa kita yang telah diampuni demi Kristus. Segala usaha, dan doa, dan upacara mereka hanya memberikan sedikit kelegaan yang tidak memuaskan; dan jelas saja mereka tidak merasa nyaman, karena mereka mengabaikan satu-satunya keselamatan agung, dan berusaha mendapatkan pengampunan tanpa penumpahan darah. Duduklah, jiwaku, dan lihatlah keadilan Allah yang pasti menghukum dosa; amatilah bahwa hukuman itu dijatuhkan atas Tuhanmu Yesus, dan tersungkurlah dengan sukacita dan rendah hati, dan ciumlah kaki Dia yang darah-Nya telah menebus engkau. Sia-sialah jika hati nurani hanya mencari perasaan dan tanda-tanda untuk mendapatkan rasa nyaman: sebab ini merupakan kebiasaan yang kita pelajari dari Mesir yang merupakan ikatan hukum kita. Satu-satunya obat bagi hati nurani yang bersalah adalah memandang Yesus yang telah menderita di atas kayu salib. “Karena darah itulah nyawa segala makhluk”, kata hukum Imamat [Imamat 17:14], marilah kita bersandar dengan penuh keyakinan bahwa darah Kristuslah nyawa daripada iman dan sukacita dan setiap anugerah ilahi.

    “Oh! Betapa manisnya memandang aliran
    Darah Juruselamatku yang berharga
    Dengan jaminan surgawi mengenal
    Dia yang mendamaikanku dengan Allah.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.