Jumat, 1 Februari 2019

Mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan. [Mazmur 138:5]


Saat orang Kristen mulai menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan adalah ketika mereka pertama meletakkan beban mereka di kaki Salib. Bahkan nyanyian malaikat pun tidak terdengar semanis nyanyian kegirangan pertama yang keluar dari lubuk sanubari seorang anak Allah yang telah diampuni. Beginilah John Bunyan menggambarkannya. Ia berkata bahwa ketika seorang musafir malang hilang bebannya di Salib, dia melompat tinggi tiga kali, kemudian melanjutkan perjalanannya sambil bernyanyi—

    “Terpujilah Salib! terpujilah Kuburan! terlebih lagi terpujilah
    Dia di sana yang dihina demi aku!”

Saudara, ingatkah akan hari ketika belenggumu terlepas? Ingatkah akan tempat di mana Yesus menemuimu, dan berkata, “Aku mencintaimu dengan kasih abadi; telah kuhapuskan bagaikan awan segala pelanggaranmu, dosamu yang bagaikan awan tebal; selamanya tidak akan dituduhkan kepadamu.” Oh! Betapa manisnya saat Yesus menghapus pahitnya dosa. Ketika awalnya Allah mengampuni dosaku, aku begitu bersukacita sampai-sampai aku hampir tidak bisa tidak menari. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah dari tempat di mana aku telah dimerdekakan, aku berpikir bahwa aku harus menuturkan cerita keselamatanku kepada batu-batu. Begitu penuh jiwaku dengan sukacita sehingga aku ingin mengisahkan kepada setiap serpihan salju yang berjatuhan dari langit tentang kasih Yesus yang ajaib, yang telah menghapuskan dosaku, sebagai salah satu pemberontak yang terutama. Tetapi bukan hanya pada awal kehidupan Kristen saja orang-orang percaya bernyanyi; selama mereka hidup mereka menemukan alasan-alasan baru untuk menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, dan pengalaman akan kasih dan kemurahan-Nya yang tidak pernah berubah membuat mereka berkata “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” [Mazmur 34:1] Saudara, ingatlah untuk memuliakan Allah pada hari ini.

    “Sepanjang kita menapaki gurun ini,
    rahmat-rahmat baru mengharuskan nyanyian-nyanyian baru.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.