Selasa, 29 Januari 2019

Hal-hal yang tak kelihatan. [2 Korintus 4:18]


Dalam ziarah kita sebagai orang Kristen, dalam banyak hal, baiklah kalau kita melihat ke depan. Mahkota dan gol itu ada di depan. Apakah itu demi pengharapan, demi sukacita, demi penghiburan, atau demi inspirasi kasih kita, masa depan haruslah, bagaimanapun juga, menjadi objek utama dari mata iman. Ke arah masa depan, kita melihat dosa dienyahkan, tubuh dosa dan maut dihancurkan, jiwa disempurnakan, dan kita layak mengambil bagian dalam warisan orang-orang kudus dalam terang. Lebih jauh lagi, kita orang-orang percaya dapat melihat sungai maut berlalu, arus yang suram diseberangi, dan puncak bukit-bukit terang dengan kota-kota surgawinya dicapai. Kita juga melihat diri kita memasuki gerbang mutiara, disambut sebagai "lebih dari pemenang", dimahkotai oleh tangan Kristus, dipeluk dalam lengan Yesus, dimuliakan bersama Dia, dan duduk dengan Dia pada Takhta-Nya. Pemikiran mengenai masa depan kita tentu akan melegakan kita dari kegelapan masa lampau dan kesuraman masa kini. Sukacita surga pastinya akan mengganjar dukacita bumi ini. Enyahlah, enyahlah, keraguanku! Bukankah kematian hanyalah berupa selokan yang sempit, dan kamu akan segera menyebranginya? Waktu, betapa singkatnya—Kekekalan, betapa lamanya! Kematian, betapa ringkasnya—Imortalitas, betapa tak berujung! Sekarang pun, kurasa aku bisa mengecap rasa makanan Surga, dan menyeruput air dari sumur yang terletak di dalam gerbangnya. Jalan ini betapa, betapa pendeknya! Aku akan segera tiba di sana.

    "Ketika dunia mengoyak hatiku
    dengan badai berat kuatirnya,
    Pikiranku yang senang ke surga naiklah,
    Temukan perlindungan dari putus asa.
    Mata terang iman akan menunjangku,
    hingga ziarah kehidupan ini lampaulah;
    Gelisah menjengkelkanku dan masalah menyakitiku,
    Pada akhirnya aku akan tiba di rumahku." [1]
____________________
[1] Dari buku himne berjudul Christian Psalmody (tahun 1883), oleh Edward Bickersteth

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.