Minggu, 20 Januari 2019

Habel menjadi gembala kambing domba. [Kejadian 4:2]


Sebagai seorang gembala Habel menyucikan pekerjaannya untuk kemuliaan Tuhan, dan mempersembahkan korban darah di mezbahnya, dan Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.[Kejadian 4:4] Tuhan kita ini pada masa permulaan dunia sangat jelas dan khusus. Seperti kilatan pertama cahaya yang sedikit menerangi bagian timur saat matahari terbit, ia tidak mengungkapkan segalanya, tetapi ia jelas menyatakan suatu kenyataan besar bahwa matahari akan datang. Sebagaimana kita melihat Habel, seorang gembala namun juga seorang imam, mempersembahkan korban harum kepada Allah, kita memahami Tuhan kita, yang membawa kepada Bapa-Nya sebuah persembahan di mana TUHAN selamanya berkenan. Habel dibenci oleh kakaknya—dibenci tanpa sebab; dan sama juga Sang Juruselamat: manusia duniawi dan kedagingan membenci manusia yang diterima yang di dalam-Nya terdapat Roh Anugerah, dan tidak beristirahat sampai darah-Nya tumpah. Habel jatuh, dan memercik mezbahnya dan memberi persembahan dengan darahnya sendiri, dan seperti itu ditetapkan Tuhan Yesus dibunuh oleh permusuhan manusia sambil juga melayani sebagai Imam di hadapan Tuhan. “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” [Yoh 10:11] Mari kita menangisi-Nya sebagaimana kita melihat Dia dibunuh oleh kebencian umat manusia, menodai tanduk mezbah-Nya dengan darah-Nya sendiri. Darah Habel berkata.”Tuhan berkata kepada Kain,’Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.’”[Kej 4:10] Darah Yesus memiliki lidah yang kuat, dan akibat dari tangisan yang kuat itu bukanlah balas dendam tetapi belas kasihan. Adalah berharga lebih dari segala yang berharga untuk berdiri di depan mezbah Gembala kita yang baik! Melihat-Nya mencucurkan darah di sana sebagai Imam yang dibunuh, kemudian mendengar darah-Nya menyuarakan perdamaian bagi semua domba-Nya, perdamaian dalam hati nurani kita, perdamaian di antara orang Yahudi dan orang Kafir, perdamaian di antara manusia dan Penciptanya yang perasaan-Nya tersakiti, perdamaian seluruh zaman kekekalan untuk manusia yang dicuci oleh darah. Habel adalah gembala yang pertama dalam urutan waktu, tetapi hati kita selamanya menepatkan Yesus pertama dalam urutan kesempurnaan. Engkau Penjaga domba yang agung, kami orang-orang di padang rumput-Mu memuji Engkau dengan segenap hati kami ketika kami melihat Engkau disembelih bagi kami.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.