Minggu, 6 Januari 2019

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. [1 Petrus 5:7]


Salah satu cara menyenangkan untuk meringankan kesedihan adalah ketika kita merasakan—”DIA memelihara aku.” Hai orang Kristen! jangan mempermalukan agamamu dengan menunjukkan alis kuatirmu; marilah, serahkan segala beban kepada Tuhanmu. Engkau terhuyung-huyung mengangkut beban yang kalau Bapamu yang mengangkut Dia tidak akan merasakan apa-apa. Apa yang bagimu seperti beban yang meremukkan, bagi Dia beban itu seperti debu timbangan yang kecil. Tiada hal semanis

    “Berbaring tentram dalam tangan Allah,
    Dan mengetahui hanya kehendak-Nya.”

Oh anak yang menderita, sabarlah; Allah tidak lalai akan engkau dalam pemeliharaan-Nya. Dia yang memberi makan burung pipit, juga akan melengkapimu dengan apa yang kauperlukan. Jangan duduk putus asa; berharaplah, berharap terus. Bawalah tentara iman menghadap lautan masalah, dan perlawananmu akan segera mengakhiri deritamu. Ada Seorang yang memelihara engkau. Mata-Nya terpancang padamu, jantung-Nya berdetak mengasihani dukamu, dan tangan-Nya yang maha kuasa akan membawakan bantuan yang engkau butuhkan. Awan tergelap akan bubar dengan sendirinya oleh hujan belas kasih. Kesuraman terhitam akan mengalah kepada datangnya pagi. Jika engkau adalah salah satu anggota keluarga-Nya, Dia akan membalut luka-lukamu, dan menyembuhkan patah hatimu. Jangan ragukan anugerah-Nya karena engkau sengsara, tetapi percaya bahwa Dia mengasihi engkau di saat-saat sulit sebanyak saat engkau bahagia. Betapa tentram dan tenangnya hidup yang akan engkau jalani jika engkau membiarkan dirimu dipelihara Allah Sang Pemelihara. Dengan sedikit minyak dalam buli-buli, dan segenggam tepung dalam tempayan [1 Raja-raja 17:12], Elia hidup melampaui masa paceklik, dan engkau pun akan melampauinya. Jika Tuhan memeliharamu, kenapa engkau masih pula khawatir? Dapatkah engkau mempercayakan pada-Nya jiwamu, bukan ragamu? Dia tidak pernah menolak menanggung beban-bebanmu, Dia tidak pernah terlengar oleh berat beban-bebanmu. Oleh sebab itu, marilah, hai jiwa! cukup sudah rasa kuatir yang rewel, dan tinggalkan semua kekuatiranmu pada tangan Allah yang murah hati.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.